Category: Ekonomi

  • Sun Life Buka KPM Sun Billionaire di Mega Kuningan demi Dekatkan Nasabah

    Sun Life Buka KPM Sun Billionaire di Mega Kuningan demi Dekatkan Nasabah

    Perusahaan asuransi Sun Life Indonesia memperkuat jangkauan layanan lewat peresmian Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Sun Billionaire di Menara Sun Life, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Langkah ini relevan bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah yang semakin membutuhkan perencanaan keuangan di tengah tekanan inflasi.

    Pembukaan kantor pemasaran tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Pelanggan Nasional 2026. Manajemen menempatkan kehadiran titik layanan baru sebagai cara menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperluas akses solusi perlindungan dan perencanaan finansial.

    Alasan perusahaan memperluas titik layanan

    Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menegaskan bahwa kepercayaan nasabah menjadi alasan utama perusahaan terus berinovasi. Menurutnya, layanan yang lebih dekat dan personal membantu keluarga Indonesia mengambil keputusan keuangan sesuai kebutuhan nyata.

    Temuan Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 mencatat 92 persen responden di Indonesia merasakan dampak inflasi. Sebanyak 46 persen di antaranya menyebut inflasi menekan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari secara signifikan. Data itu menjadi pengingat bahwa edukasi dan pendampingan keuangan masih sangat dibutuhkan.

    Kaitan dengan literasi dan inklusi keuangan

    Upaya perluasan layanan sejalan dengan gambaran inklusi keuangan nasional. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis OJK bersama BPS menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia di angka 80,51 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di 66,46 persen.

    Kesenjangan antara inklusi dan literasi membuka ruang bagi lembaga keuangan untuk hadir lebih dekat. Bagi warga Semarang yang mulai aktif merencanakan proteksi keluarga, dana pendidikan, atau dana hari tua, akses konsultasi yang jelas tetap menjadi kebutuhan praktis, meski kantor baru ini berlokasi di ibu kota.

    Fungsi KPM Sun Billionaire bagi nasabah

    KPM Sun Billionaire berlokasi di gedung yang sama dengan kantor pusat Sun Life Indonesia. Ruang tersebut dirancang agar nasabah dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga pemasar mengenai perlindungan jiwa, perencanaan keuangan, dan kebutuhan finansial jangka panjang.

    Dengan menempatkan titik pemasaran mandiri di lokasi strategis Mega Kuningan, perusahaan berharap jangkauan layanan semakin luas seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap solusi keuangan yang mudah dipahami. Model layanan tatap muka ini melengkapi kanal digital yang sudah berjalan.

    • Konsultasi langsung dengan tenaga pemasar berlisensi
    • Fokus pada perlindungan dan perencanaan keuangan keluarga
    • Terintegrasi dengan lingkungan kantor pusat di Menara Sun Life

    Arti penting bagi pembaca di Jateng

    Meski peresmian berlangsung di Jakarta Selatan, momentum ini memberi sinyal industri asuransi terus mempertebal jaringan layanan di tengah tantangan daya beli. Masyarakat Semarang dan sekitarnya dapat menjadikan perkembangan tersebut sebagai pengingat untuk meninjau kembali proteksi finansial rumah tangga, terutama saat harga kebutuhan pokok bergerak naik.

    Sun Life menekankan pentingnya akses edukasi yang relevan agar keputusan keuangan tidak hanya reaktif terhadap inflasi, tetapi terencana. Kehadiran KPM baru menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjaga kualitas layanan dan kedekatan dengan nasabah di berbagai segmen.

    Secara keseluruhan, peresmian KPM Sun Billionaire menandai komitmen perusahaan memperluas titik kontak layanan pada momen Hari Pelanggan Nasional 2026, dengan landasan data ketahanan finansial dan literasi keuangan nasional yang masih menuntut pendampingan berkelanjutan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: Sun Life Indonesia, KPM Sun Billionaire, asuransi, perencanaan keuangan, Mega Kuningan, literasi keuangan, nasabah, inflasi

  • SIMODIS Berbasis PLINAZOLIN Dibawa Syngenta untuk Lawan Thrips di Kebun Cabai

    SIMODIS Berbasis PLINAZOLIN Dibawa Syngenta untuk Lawan Thrips di Kebun Cabai

    Kabar dari sektor hortikultura nasional kembali menyorot perlindungan tanaman. Syngenta Indonesia memperkenalkan insektisida SIMODIS yang mengandalkan teknologi PLINAZOLIN agar petani cabai punya opsi lebih terarah dalam menekan serangan thrips. Informasi ini relevan juga bagi pelaku usaha tani di Jawa Tengah, termasuk kawasan sekitar Semarang, yang kerap menghadapi tekanan hama pada musim tanam cabai.

    Peluncuran perdana untuk komoditas cabai di Indonesia digelar dengan melibatkan 285 petani dari Jember dan Banyuwangi. Momentum tersebut menandai langkah perusahaan membawa solusi perlindungan yang difokuskan pada hama pengisap yang sering merusak titik tumbuh tanaman.

    Tantangan petani cabai di luar dan di dalam kebun

    National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menyampaikan bahwa petani hortikultura, termasuk pemelihara cabai, berhadapan dengan tiga persoalan utama. Kekeringan dan fluktuasi harga komoditas sulit dikendalikan sepenuhnya di tingkat kebun. Sebaliknya, tekanan hama serta penyakit masih bisa direspons lewat pemilihan produk perlindungan tanaman yang sesuai.

    Menurutnya, thrips menjadi ancaman nyata karena dapat mengganggu pucuk, daun, bunga, hingga buah. Ketika serangan tidak terkelola, pertumbuhan tanaman terganggu dan risiko buah cacat meningkat. Kondisi itu berimbas pada mutu panen dan daya tawar di pasar.

    Peran SIMODIS menjaga mutu dan nilai jual

    Insektisida SIMODIS dirancang membantu petani menekan populasi thrips agar tanaman tetap lebih sehat. Pengendalian yang lebih optimal diharapkan mengurangi kemungkinan buah bengkok, mempertahankan kualitas hasil panen, serta membuka peluang nilai jual yang lebih baik.

    Bagi pembaca Harian Jateng, poin ini penting karena rantai pasok cabai antarprovinsi saling terhubung. Ketika sentra produksi di Jawa Timur menjaga mutu, stabilitas pasokan ke pasar Jawa Tengah pun berpeluang lebih terjaga tanpa mengabaikan praktik budidaya di tingkat lokal.

    Mengapa Jember jadi titik perkenalan produk

    Jember dipilih sebagai lokasi pengenalan karena posisinya sebagai salah satu sentra cabai di Jawa Timur. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi cabai Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024. Angka tersebut menegaskan perlunya dukungan teknologi perlindungan agar produktivitas dan mutu komoditas tidak mudah tergerus hama.

    Kehadiran 285 petani dari Jember dan Banyuwangi pada kegiatan tersebut menjadi ruang sosialisasi langsung. Mereka mendapat gambaran penerapan produk pada tanaman cabai, sejalan dengan kebutuhan lapangan di wilayah sentra.

    Pemakaian bertanggung jawab dan rotasi cara kerja

    Product Manager Syngenta Indonesia, Tracy Tey Hui Xiang, menekankan agar penggunaan SIMODIS mengikuti rekomendasi teknis dan petunjuk pada label. Petani juga diimbau menerapkan rotasi mode of action atau cara kerja bahan aktif. Langkah itu bertujuan memperlambat munculnya resistensi sehingga pengendalian thrips tetap efektif dalam jangka panjang.

    Praktik bertanggung jawab ini sejalan dengan kebutuhan petani di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, yang ingin menjaga efikasi produk tanpa mempercepat resistensi hama di lahan.

    • Ikuti dosis dan interval sesuai label resmi.
    • Rotasikan cara kerja bahan aktif secara terencana.
    • Pantau gejala thrips sejak fase pucuk dan bunga.
    • Padukan dengan sanitasi kebun dan pemantauan rutin.

    Dengan pendekatan tersebut, insektisida SIMODIS diposisikan sebagai bagian dari strategi perlindungan, bukan pengganti seluruh praktik budidaya. Petani tetap perlu memadukan pengamatan lapangan, pengelolaan air, dan keputusan panen yang tepat.

    Secara keseluruhan, pengenalan teknologi PLINAZOLIN lewat SIMODIS memberi sinyal bahwa industri perlindungan tanaman terus menyasar hama spesifik cabai. Bagi pelaku hortikultura di cekungan Semarang dan kabupaten sekitarnya, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan saat merencanakan pengendalian thrips pada musim tanam berikutnya, tetap merujuk label dan anjuran resmi di lapangan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: insektisida SIMODIS, teknologi PLINAZOLIN, hama thrips, petani cabai, Syngenta Indonesia, produksi cabai Jember, hortikultura, perlindungan tanaman

  • Pemasaran Syariah Berbasis Komunitas Antar Vivin Arbianti Raih CMO Awards 2026

    Pemasaran Syariah Berbasis Komunitas Antar Vivin Arbianti Raih CMO Awards 2026

    Penghargaan Indonesia Best CMO Awards 2026 kembali menyoroti peran pemimpin pemasaran di industri keuangan syariah. Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, dinobatkan sebagai Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Financial Protection through Innovative Sharia Insurance Products and Customer Engagement. Pengakuan itu disampaikan di Jakarta, Selasa (1/9/2026), di tengah perubahan perilaku konsumen dan laju digitalisasi yang kian cepat. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, capaian ini relevan karena menandai semakin dekatnya asuransi syariah dengan kebutuhan keluarga sehari-hari.

    Vivin menekankan bahwa pemasaran di Prudential Syariah tidak berhenti pada citra merek. Ia menempatkan nilai-nilai syariah sebagai jembatan menuju kebutuhan nyata rumah tangga Indonesia agar proteksi keuangan terasa dekat, relevan, dan bermakna. Pendekatan itu menjadi fondasi berbagai program yang memadukan inovasi produk dengan keterlibatan komunitas daring maupun luring.

    Pengakuan atas ekspansi proteksi keuangan syariah

    Kategori penghargaan yang diterima Vivin secara khusus menyoroti perluasan perlindungan finansial melalui produk asuransi syariah yang inovatif serta penguatan hubungan dengan peserta. Di bawah arahannya, Prudential Syariah mencatat posisi teratas dalam Brand Preference sekaligus kepercayaan peserta berdasarkan rekomendasi atau rNPS. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan menjaga relevansi di pasar yang semakin kompetitif.

    Pergeseran ekspektasi konsumen menuntut perusahaan asuransi hadir tidak hanya saat klaim, tetapi juga dalam edukasi dan pengalaman positif sehari-hari. Strategi yang dijalankan Vivin menjawab tuntutan itu dengan menghubungkan pesan merek ke aktivitas yang bisa dirasakan langsung oleh keluarga, termasuk di wilayah urban seperti Semarang yang memiliki basis komunitas muslim yang aktif.

    Kampanye keluarga dan jejak literasi di lapangan

    Salah satu poros komunikasi yang diperkuat adalah kampanye “Janji, Jadi Nyata” melalui rangkaian #1 Family Fest. Kegiatan itu mengajak keluarga mewujudkan komitmen kepada orang terdekat lewat pengalaman langsung: aktivitas bersama, pemeriksaan kesehatan, dan sesi edukasi. Pendekatan experiential ini memperpendek jarak antara pesan pemasaran dan praktik proteksi di rumah tangga.

    Pada momentum Ramadan, Festival 1.000 Berkah yang digelar bersama Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar menjangkau sekitar 30.000 pengunjung. Kehadiran fisik kemudian diperkuat secara permanen lewat Satu Social Space di kawasan Masjid Agung Al-Azhar, yang berfungsi sebagai ruang literasi lintas generasi sekaligus etalase bagi pelaku UMKM. Kolaborasi dengan organisasi muslim, perguruan tinggi, dan komunitas menjadi tulang punggung perluasan jangkauan.

    Kanal digital dan inklusi keuangan syariah

    Selain aktivitas tatap muka, literasi diperluas lewat Sharia Knowledge Centre (SKC). Sepanjang 2025, lebih dari satu juta individu tercatat menerima manfaat program literasi dan inklusi keuangan syariah. Angka itu menunjukkan skala upaya menjembatani pengetahuan produk syariah agar lebih mudah dipahami masyarakat umum, termasuk generasi muda yang mengakses informasi terutama lewat kanal digital.

    Konsistensi memadukan ruang online dan offline turut mendapat pengakuan lewat OMNI Brands of the Year 2026 pada kategori Online–Offline Community Engagement. Bagi industri di Jawa Tengah, model engagemen semacam ini bisa menjadi rujukan bagaimana lembaga keuangan syariah menjaga kedekatan dengan nasabah tanpa mengabaikan efisiensi digital.

    Implikasi bagi keluarga dan industri di daerah

    Bagi keluarga di Semarang dan sekitarnya, tren pemasaran berbasis nilai dan komunitas menandakan pilihan proteksi syariah yang semakin transparan dan mudah diakses lewat edukasi. Industri asuransi jiwa syariah secara keseluruhan terus dituntut menyeimbangkan inovasi produk dengan kepercayaan publik. Penghargaan yang diterima pimpinan pemasaran Prudential Syariah menjadi sinyal bahwa strategi yang berpijak pada kebutuhan riil peserta tetap diapresiasi di tingkat nasional.

    Ke depan, tantangan digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen diperkirakan semakin intens. Perusahaan yang mampu menjaga dialog dengan komunitas, memperkuat literasi, serta menghadirkan produk yang selaras prinsip syariah berpeluang mempertahankan preferensi merek. Capaian Vivin Arbianti Gautama memberi gambaran konkret bagaimana peran chief marketing officer dapat menggerakkan dampak sosial sekaligus kinerja bisnis secara bersamaan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: asuransi syariah, CMO Awards, Prudential Syariah, Vivin Arbianti, literasi keuangan, pemasaran komunitas, Brand Preference, inklusi keuangan

  • IASC OJK Bekukan Rp724,1 Miliar Dana Scam, Korban Terima Pengembalian Rp204,3 Miliar

    IASC OJK Bekukan Rp724,1 Miliar Dana Scam, Korban Terima Pengembalian Rp204,3 Miliar

    Upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan mendapat penguatan nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil membekukan aliran dana scam OJK terkait penipuan transaksi keuangan senilai sekitar Rp724,1 miliar. Capaian itu dihitung sejak IASC beroperasi 22 November 2024 hingga 31 Juli 2026, dan menjadi sinyal penting bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Semarang, agar lebih waspada terhadap modus digital.

    Dari total dana yang berhasil dihentikan pergerakannya, sebanyak Rp204,3 miliar telah dikembalikan kepada korban. Langkah tersebut tidak berjalan sendiri. Koordinasi lintas instansi menjadi tulang punggung agar rekening pelaku bisa segera diintervensi dan kerugian masyarakat ditekan sedini mungkin.

    Data laporan masyarakat dan rekening yang diblokir

    Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat IASC menerima 637.055 laporan masyarakat soal penipuan transaksi keuangan pada periode yang sama. Volume pengaduan itu mencerminkan betapa masifnya ancaman scam di kanal perbankan dan layanan pembayaran digital.

    Seluruh laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses verifikasi rekening. Tercatat 1.179.881 rekening dilaporkan dan diverifikasi. Di antaranya, 607.210 rekening telah dikenai pemblokiran guna memutus rantai aliran dana hasil kejahatan. Angka ini menunjukkan skala kerja operasional yang luas, bukan sekadar himbauan normatif.

    Pernyataan resmi dan fokus pelindungan konsumen

    Dalam siaran pers yang dirilis Selasa, 1 September 2026, Satgas PASTI menegaskan bahwa melalui koordinasi lintas instansi, IASC berhasil memblokir dana terkait penipuan transaksi keuangan sekitar Rp724,1 miliar serta mengembalikan dana korban sebesar Rp204,3 miliar yang berasal dari rekening yang dipakai pelaku.

    Penanganan penipuan transaksi keuangan ditempatkan sebagai bagian dari agenda memperkuat pelindungan konsumen dan masyarakat. Konteksnya jelas: kejahatan keuangan berbasis digital terus bermetamorfosis, sehingga respons otoritas harus cepat, terukur, dan terhubung antarlembaga.

    Pengaduan aktivitas keuangan ilegal di luar scam transaksi

    Selain kasus penipuan transaksi, Satgas PASTI juga menampung puluhan ribu pengaduan lain terkait aktivitas keuangan ilegal. Periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026 mencatat 25.875 laporan. Rinciannya meliputi 22.529 laporan pinjaman online ilegal, 3.170 laporan investasi ilegal, dan 176 laporan gadai ilegal.

    Komposisi itu mengisyaratkan pinjaman online ilegal masih mendominasi keluhan publik. Bagi pembaca di Semarang dan sekitarnya, pola ini relevan karena akses aplikasi pinjaman dan tawaran investasi daring relatif mudah dijumpai lewat media sosial maupun pesan instan. Verifikasi legalitas sebelum mentransfer dana menjadi langkah dasar yang tak boleh diabaikan.

    Arti penting bagi warga Jateng dan langkah praktis

    Meski data yang dipublikasikan bersifat nasional, dampaknya dirasakan hingga tingkat daerah. Warga Jawa Tengah yang menjadi korban transfer mendadak, tipuan berkedok petugas bank, atau iming-iming investasi bodong dapat menjadikan kanal pelaporan resmi sebagai rujukan pertama, bukan malah mengikuti instruksi pelaku.

    • Simpan bukti transfer, percakapan, dan nomor rekening tujuan.
    • Segera hubungi bank penerima dan bank pengirim untuk permintaan pemblokiran.
    • Laporkan melalui kanal yang dikelola OJK dan Satgas PASTI agar data masuk sistem IASC.
    • Hindari membagikan OTP, PIN, atau tautan mencurigakan kepada pihak mana pun.

    Keberhasilan pemblokiran ratusan miliar rupiah membuktikan mekanisme bersama antarinstansi bisa menahan laju dana gelap. Namun, pencegahan di tingkat individu tetap krusial. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang dana korban diselamatkan sebelum dicairkan atau dipindahkan berlapis.

    Ke depan, edukasi literasi keuangan digital di kota-kota seperti Semarang perlu terus digiatkan agar masyarakat mengenali ciri tawaran palsu sejak dini. Capaian IASC hingga akhir Juli 2026 menjadi tonggak, sekaligus pengingat bahwa ancaman scam belum hilang dan menuntut kewaspadaan kolektif.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: OJK, IASC, penipuan keuangan, dana scam, Satgas PASTI, pinjol ilegal, perlindungan konsumen, Semarang

  • Anggaran Marketing Tipis, UKM Tetap Bisa Pacu Omzet lewat e-Commerce

    Anggaran Marketing Tipis, UKM Tetap Bisa Pacu Omzet lewat e-Commerce

    Banyak pelaku usaha kecil dan menengah masih mengeluhkan sempitnya kantong untuk beriklan, padahal persaingan di marketplace kian ketat. Fokus utama pembahasan strategi UKM e-commerce kali ini mengarah pada cara menyelaraskan dana terbatas agar tetap menghasilkan penjualan, sebagaimana diuraikan Chief Commercial Officer SCGI Agency, Edgar Alexander, Senin 31 Agustus 2026.

    Bagi pembaca di Jawa Tengah, termasuk kawasan Semarang yang ramai dengan produsen makanan olahan, kerajinan, hingga fashion rumahan, persoalan serupa kerap muncul. Produk unggulan daerah seringkali sudah layak jual, namun jangkauan digitalnya masih tertahan karena biaya kampanye dianggap mahal.

    Tantangan klasik dana promosi yang terbatas

    Minimnya alokasi pemasaran menjadi hambatan berulang. Tanpa perencanaan, anggaran kecil cepat habis untuk iklan yang tidak terukur, sementara stok barang menunggu pembeli. Edgar menegaskan bahwa konversi tinggi di berbagai platform e-commerce tetap mungkin dicapai apabila eksekusi dilakukan dengan strategi yang tepat, bukan sekadar menaikkan belanja iklan.

    Ia menekankan pentingnya menyesuaikan budget dengan jenis kampanye yang ingin dijalankan. Artinya, pelaku usaha perlu memetakan dulu tujuan singkat—apakah mencari trafik toko, mendorong transaksi pertama, atau mempertahankan pelanggan lama—sebelum memutuskan saluran dan format iklan.

    Menyelaraskan jenis kampanye dengan kantong usaha

    Langkah taktis yang disorot berpusat pada optimasi, bukan pemborosan. Dengan dana terbatas, setiap rupiah sebaiknya dialihkan ke aktivitas yang bisa dilacak hasilnya: penawaran produk andalan, periode flash sale singkat, atau konten katalog yang menjelaskan manfaat barang secara jelas. Pendekatan ini membantu UKM menghindari sebaran iklan terlalu luas yang justru menguras biaya tanpa order masuk.

    Di lingkungan usaha Semarang dan sekitarnya, banyak pemilik toko daring yang mengelola sendiri akun marketplace. Mereka bisa mulai dari skala kecil: menguji satu hingga dua produk unggulan, membaca data tayangan dan klik, lalu baru menambah budget bila metrik menunjukkan minat pembeli. Pola tersebut sejalan dengan pesan agar kampanye disesuaikan dengan kemampuan finansial.

    Peran data sederhana bagi pemilik usaha

    Tanpa harus memakai istilah teknis yang rumit, pelaku UKM cukup memantau angka dasar yang disediakan dasbor toko daring. Jumlah kunjungan, rasio masuk keranjang, hingga transaksi selesai memberi gambaran apakah pesan produk sudah sampai ke audiens yang tepat. Bila kunjungan tinggi tetapi order sepi, yang perlu dibenahi mungkin harga, foto, atau ongkir—bukan serta-merta menambah iklan berbayar.

    Edgar mengingatkan bahwa menyesuaikan budget dan format kampanye adalah inti dari pengelolaan pemasaran yang hemat. Dengan begitu, usaha mikro pun berpeluang meraih “cuan” di e-commerce tanpa menunggu modal promosi besar.

    Manfaat pendekatan hemat bagi ekosistem daerah

    Ketika UKM di Jawa Tengah mampu menjaga arus penjualan daring secara berkelanjutan, dampaknya terasa pada penyerapan tenaga kerja rumahan, perputaran bahan baku lokal, serta kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri. Platform digital hanya menjadi saluran; yang menentukan hasil tetap kedisiplinan memilih kampanye dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.

    Ke depan, kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas bisnis kota, dan penyedia layanan pemasaran digital diharapkan makin memperkuat literasi pengelolaan anggaran. Intinya tetap sama: keterbatasan dana tidak otomatis menutup peluang, selama strategi dijalankan terukur dan bertahap.

    Dengan memahami batasan keuangan sekaligus peluang kanal daring, pemilik UKM dapat membangun ritme penjualan yang lebih stabil. Pesan dari SCGI Agency tersebut menjadi pengingat praktis bahwa hasil maksimal lahir dari pemilihan kampanye yang cocok dengan isi dompet, bukan dari anggaran yang membengkak tanpa arah.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: UKM e-commerce, anggaran pemasaran, penjualan digital, pelaku usaha Jateng, strategi kampanye, marketplace, optimasi budget, Semarang

  • Penjualan Hyundai Stargazer Cartenz Melonjak Usai Strategi Harga Baru

    Penjualan Hyundai Stargazer Cartenz Melonjak Usai Strategi Harga Baru

    Permintaan terhadap Stargazer Cartenz di pasar otomotif nasional terus menguat setelah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menata ulang penawaran harga model tersebut. Langkah yang diluncurkan sejak GIIAS 2026 dinilai tidak mengorbankan keunggulan produk maupun layanan kepemilikan yang menjadi ciri Hyundai. Bagi pembaca di Jawa Tengah, termasuk Semarang, tren ini relevan karena segmen MPV keluarga tetap menjadi pilihan utama rumah tangga yang membutuhkan ruang kabin luas dan biaya kepemilikan terkendali.

    Model low-MPV ini diposisikan sebagai kendaraan keluarga yang menyeimbangkan nilai ekonomi, kenyamanan, fleksibilitas interior, fitur teknologi, serta aspek keselamatan. Respons pasar yang positif kemudian diperkuat oleh pengakuan industri lewat ajang penghargaan otomotif tingkat nasional.

    Penghargaan Best Value Family MPV perkuat citra produk

    Stargazer Cartenz meraih gelar “Best Value Family MPV” pada Indonesia Automotive Awards 2026 yang digelar iNews Media Group. Penghargaan tersebut menegaskan bahwa kombinasi harga, spesifikasi, dan pengalaman kepemilikan dinilai sejalan dengan kebutuhan keluarga Indonesia. HMID memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat value proposition tanpa memangkas fitur utama yang sudah ditawarkan sebelumnya.

    Bagi konsumen yang membandingkan beberapa merek di kelas yang sama, label “best value” sering menjadi penentu saat anggaran bulanan harus berimbang dengan kapasitas penumpang dan bagasi. Hal ini juga menjadi bahan pertimbangan dealer dan calon pembeli di kota-kota besar Jawa Tengah yang aktif memantau promosi purna jual dan paket perawatan resmi.

    Kinerja retail Juli 2026 dan data GAIKINDO

    Data GAIKINDO menunjukkan penjualan retail Stargazer Cartenz pada Juli 2026 tembus lebih dari 1.100 unit. Capaian itu sekaligus menjadi rekor penjualan retail bulanan tertinggi untuk model bersangkutan. Secara tahunan, pertumbuhan year-on-year mencapai 55 persen, sementara dibandingkan Juni 2026 kenaikan month-on-month sebesar 42 persen.

    Angka retail yang solid menandakan bahwa minat konsumen tidak berhenti pada tahap pemesanan pameran, melainkan berlanjut hingga serah terima unit. Di wilayah Jakarta, model ini menempati posisi kedua berdasarkan merek pada segmennya, indikasi bahwa persaingan MPV keluarga tetap ketat namun penerimaan terhadap Cartenz relatif kuat.

    • Penjualan retail Juli 2026: lebih dari 1.100 unit (GAIKINDO)
    • Pertumbuhan YoY: 55 persen
    • Pertumbuhan MoM versus Juni 2026: 42 persen
    • Peringkat segmen di Jakarta: nomor 2 berdasarkan brand

    Kontribusi besar di GIIAS 2026

    Momentum penjualan berlanjut saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Stargazer Cartenz bersama varian Stargazer Cartenz X menyumbang sekitar 72 persen dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Hyundai pada pameran tersebut. Dominasi SPK di booth pabrikan Korea itu memperlihatkan bahwa line-up Cartenz menjadi magnet utama pengunjung yang mencari MPV dengan paket nilai kompetitif.

    Strategi reposisi harga yang diperkenalkan sejak gelaran yang sama disebut HMID tetap menjaga keunggulan produk dan pengalaman kepemilikan menyeluruh. Pendekatan ini bertujuan mempertahankan daya tarik jangka panjang, bukan sekadar diskon sesaat yang berisiko menurunkan persepsi kualitas.

    Implikasi bagi konsumen keluarga di Jateng

    Meskipun data rinci per kota Semarang tidak diuraikan dalam rilis nasional, pola permintaan MPV keluarga di Jawa Tengah umumnya mengikuti tren nasional: prioritas pada kabin tujuh penumpang, konsumsi bahan bakar wajar, serta jaringan bengkel resmi. Dealer Hyundai di kawasan Semarang dan sekitarnya biasanya menjadi titik informasi paket kredit, program trade-in, serta ketersediaan warna dan tipe yang sedang ramai dipesan.

    Calon pembeli disarankan memverifikasi harga on the road terkini, simulasikan cicilan, dan meninjau fitur keselamatan serta garansi langsung di diler resmi. Penghargaan dan lonjakan retail nasional dapat menjadi salah satu referensi, namun keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan harian, rute perjalanan, dan anggaran rumah tangga masing-masing.

    Secara keseluruhan, kombinasi apresiasi konsumen, pengakuan “Best Value Family MPV”, rekor retail Juli 2026, serta kontribusi SPK di GIIAS menempatkan Stargazer Cartenz sebagai salah satu penopang pertumbuhan Hyundai di Indonesia pasca penyesuaian strategi harga. Pasar keluarga yang selektif terhadap nilai guna diperkirakan masih menjadi arena utama persaingan segmen ini hingga sisa tahun berjalan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: Stargazer Cartenz, Hyundai Indonesia, MPV keluarga, penjualan retail, GIIAS 2026, otomotif nasional, GAIKINDO, Semarang

  • Pegadaian Jakarta Pererat Kemitraan Media lewat Literasi Emas

    Pegadaian Jakarta Pererat Kemitraan Media lewat Literasi Emas

    Literasi keuangan emas kembali menjadi fokus PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2 saat menjalin silaturahmi dengan insan pers. Kegiatan yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026, memadukan apresiasi dukungan media dengan pemaparan instrumen investasi berbasis logam mulia yang relevan bagi perencanaan keuangan masyarakat, termasuk pembaca di Jawa Tengah dan Semarang yang semakin akrab dengan tabungan emas digital.

    Acara bertajuk “Satu Frekuensi, Satu Dedikasi: Kemitraan Strategis Insan Press dan Pegadaian” menempatkan awak media sebagai mitra penyebaran informasi publik. Pegadaian menekankan peran pers sebagai jembatan antara lembaga keuangan dan warga, sehingga pemahaman produk perlu diperkuat agar pemberitaan lebih akurat dan bermanfaat.

    Apresiasi dukungan insan pers

    Media gathering tersebut dirancang sebagai bentuk terima kasih atas liputan yang selama ini membantu masyarakat mengenal layanan Pegadaian. Selain mempererat hubungan informal, forum ini menjadi ruang dialog agar kolaborasi ke depan lebih terarah, terutama pada isu edukasi finansial yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.

    Pendekatan kemitraan dipilih agar pesan literasi tidak hanya bersifat formal kelembagaan, tetapi juga mudah diterjemahkan ke bahasa publik. Dengan begitu, informasi soal investasi emas dan layanan digital dapat sampai ke pembaca daerah secara jelas tanpa mengorbankan kehati-hatian finansial.

    Sesi literasi untuk perencanaan berbasis emas

    Agenda inti acara diisi pemaparan literasi keuangan yang disesuaikan bagi jurnalis. Materi menitikberatkan perencanaan keuangan berbasis emas sebagai salah satu cara mengelola nilai aset di tengah dinamika harga dan inflasi.

    Dalam sesi tersebut, Kanwil IX Jakarta 2 memperkenalkan ragam instrumen investasi serta kanal digital terkini. Awak media diajak memahami alur transaksi, prinsip transparansi, dan fleksibilitas layanan agar dapat menjelaskan produk kepada khalayak dengan lebih utuh.

    TRING dan ekosistem transaksi emas digital

    Salah satu sorotan adalah super apps TRING by Pegadaian. Platform digital ini menghadirkan transaksi dalam ekosistem emas yang digambarkan aman, transparan, dan dapat diakses lewat genggaman, sehingga proses belanja maupun pengelolaan kepemilikan emas terasa lebih praktis.

    Pengenalan aplikasi tersebut sejalan dengan pergeseran perilaku konsumen yang mengutamakan kemudahan mobile. Bagi pembaca di Semarang dan sekitarnya, pemahaman soal kanal digital serupa membantu memilah layanan resmi dan menghindari praktik tidak terverifikasi di luar lembaga berizin.

    Tabungan, cicilan, dan arisan emas

    Produk Tabungan Emas Pegadaian juga dipaparkan sebagai layanan beli dan jual emas dengan fasilitas titipan berbiaya terjangkau. Skema ini memungkinkan investasi dimulai dari nominal sangat kecil, sehingga cocok bagi masyarakat yang ingin menabung bertahap tanpa harus membeli batangan besar di muka.

    Selain tabungan, diperkenalkan pula Cicilan Emas serta Arisan Emas. Keduanya ditawarkan sebagai alternatif perencanaan keuangan kelompok atau komunitas yang ingin merapikan pos investasi bersama sambil mengantisipasi tekanan inflasi. Instrumen kolektif ini dapat menjadi topik edukasi yang relevan untuk koperasi, arisan keluarga, maupun komunitas kerja di daerah.

    Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan menegaskan komitmen Pegadaian memperluas pemahaman publik lewat mitra media. Bagi warga Jawa Tengah, literasi serupa tetap penting agar keputusan menabung emas didasari informasi produk, risiko, dan kanal resmi, bukan sekadar tren sesaat. Kolaborasi insan pers dan lembaga keuangan diharapkan terus berlanjut agar edukasi finansial menjangkau lebih banyak lapisan pembaca.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: Pegadaian, literasi keuangan, tabungan emas, TRING Pegadaian, investasi emas, media gathering, Jakarta, keuangan digital

  • Workshop YIS di Bogor-Depok Dorong Ibu Rumah Tangga Raup Pesanan Frozen Food

    Workshop YIS di Bogor-Depok Dorong Ibu Rumah Tangga Raup Pesanan Frozen Food

    Gelombang workshop frozen food yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) di wilayah Bogor dan Depok memberi bekal praktik langsung bagi puluhan ibu rumah tangga. Program bertajuk Workshop Perempuan Berdaya itu menekankan keterampilan mengolah makanan beku sekaligus cara memasarkannya, sehingga sebagian peserta langsung memperoleh pre-order dalam jumlah signifikan. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, model pelatihan singkat berorientasi pesanan ini relevan sebagai rujukan penguatan UMKM perempuan di tingkat lokal.

    Kegiatan di Ciawi, Kabupaten Bogor, berlangsung 13 Agustus 2026 dengan antusiasme tinggi. Materi tidak berhenti pada teori dapur, melainkan diarahkan agar peserta mampu menyusun produk siap jual dan menjaring pembeli sejak dini. Pendekatan serupa diterapkan pada sesi di Depok pada 19 Agustus 2026, di mana praktik produksi dipadukan dengan langkah pemasaran sederhana.

    Pesanan awal setelah pelatihan di Ciawi

    Dari rangkaian di Ciawi, sebanyak 20 peserta tercatat mendapatkan pre-order dengan total 2.090 pcs produk frozen food. Capaian itu menjadi indikator bahwa keterampilan baru dapat langsung diuji di pasar kecil sekitar tempat tinggal peserta. Dua nama mencatat volume tertinggi: Rahmawati dengan 231 pcs dan Vera dengan 186 pcs.

    Dengan acuan harga perkiraan Rp5.000 per pcs, potensi penerimaan Rahmawati dari pesanan tersebut sekitar Rp1.155.000, sedangkan Vera sekitar Rp930.000. Angka ini masih bersifat estimasi berdasarkan volume PO, namun cukup menggambarkan peluang omzet awal bagi pelaku usaha rumahan yang baru merintis.

    Praktik serupa di Depok

    Workshop di Depok menampilkan pola yang sejalan. Peserta didorong mempraktikkan hasil pelatihan melalui produksi terbatas sekaligus menawarkan produk kepada calon pembeli. Fokus pada makanan beku dipilih karena daya simpan relatif lebih panjang dan cocok untuk skala rumah tangga yang ingin mengatur waktu produksi tanpa harus menjual harian dalam jumlah besar.

    YIS menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Keterlibatan tokoh kewirausahaan seperti Sandiaga Uno dalam narasi program sejenis memperkuat citra pelatihan yang berorientasi pada usaha kuliner dari tingkat dasar. Meski lokasi utama berada di Jawa Barat, pola pendampingan singkat plus target pesanan awal dapat ditiru komunitas di kota lain, termasuk Semarang.

    Manfaat keterampilan frozen food bagi UMKM rumahan

    Makanan beku memudahkan ibu rumah tangga mengatur stok, menekan risiko sisa masakan, dan menjangkau pembeli yang menginginkan masakan praktis. Pelatihan yang menggabungkan resep, pengemasan, dan pencatatan pesanan membantu peserta memahami alur dari dapur ke konsumen. Hal itu terlihat dari munculnya PO ratusan pcs hanya dalam waktu singkat setelah sesi Ciawi.

    • Total pre-order Ciawi: 2.090 pcs dari 20 peserta
    • Pesanan terbanyak: Rahmawati 231 pcs dan Vera 186 pcs
    • Estimasi harga acuan: Rp5.000 per pcs
    • Lokasi pelatihan: Ciawi (13 Agustus 2026) dan Depok (19 Agustus 2026)

    Data tersebut bersumber dari ringkasan hasil workshop yang dipublikasikan media nasional. Portal daerah perlu membaca angka itu sebagai potret peluang, bukan jaminan hasil seragam di setiap kota, karena daya beli dan jejaring pemasaran berbeda antarwilayah.

    Pelajaran untuk penguatan ekonomi perempuan di Jateng

    Bagi ekosistem UMKM Semarang dan sekitarnya, skema workshop berdurasi padat dengan output pesanan nyata layak dijadikan inspirasi. Kunci yang terlihat dari Bogor-Depok adalah kombinasi keterampilan produk, harga satuan terjangkau, dan dorongan langsung untuk menawarkan hasil olahan. Pemerintah daerah, koperasi wanita, maupun komunitas PKK dapat menyesuaikan kurikulum serupa dengan bahan baku lokal Jawa Tengah tanpa meniru mentah-mentah konteks Jawa Barat.

    Ke depan, keberhasilan peserta akan ditentukan oleh konsistensi produksi, kebersihan olahan, dan kemampuan menjaga kualitas saat produk disimpan beku. Pelatihan awal hanya pembuka; yang menahan usaha tetap jalan adalah disiplin mencatat modal, menjaga rasa, serta merawat hubungan dengan pembeli yang sudah memesan.

    Secara keseluruhan, Workshop Perempuan Berdaya YIS menunjukkan bahwa puluhan ibu peserta mampu mengubah materi frozen food menjadi transaksi awal berukuran ratusan hingga ribuan pcs. Capaian Rahmawati dan Vera menjadi contoh konkret, sementara sesi Depok menegaskan bahwa praktik pascapelatihan sama pentingnya dengan hari pelatihan itu sendiri. Model ini memberi referensi berguna bagi penggerak ekonomi perempuan di berbagai daerah, termasuk pembaca Harian Jateng di Semarang.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: frozen food, workshop perempuan berdaya, Yayasan Indonesia Setara, kewirausahaan ibu, UMKM kuliner, Bogor Depok, Sandiaga Uno, pre-order makanan

  • Produk Ramah Lingkungan Masih Sulit Dicari, Brand Bertanggung Jawab Diminta Naikkan Visibilitas

    Produk Ramah Lingkungan Masih Sulit Dicari, Brand Bertanggung Jawab Diminta Naikkan Visibilitas

    Permintaan terhadap produk berkelanjutan di Indonesia terus menguat, namun akses konsumen ke merek yang bertanggung jawab masih menjadi hambatan utama. Temuan ini relevan bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah yang semakin selektif memilih barang ramah lingkungan, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga gaya hidup sehari-hari.

    Paradoks di industri keberlanjutan nasional cukup jelas: minat beli naik, sementara banyak sustainable brand kesulitan menjangkau pembeli yang tepat. Celah antara niat dan perilaku belanja itulah yang kini menjadi fokus pelaku industri ritel dan merek bertanggung jawab.

    Temuan riset soal akses produk hijau

    Riset Katadata Insight Center (KIC) mengungkap bahwa 37 persen konsumen Indonesia belum pernah membeli produk berkelanjutan. Alasan utamanya bukan acuh tak acuh pada isu lingkungan, melainkan produk tersebut masih sulit ditemukan di saluran belanja yang mereka gunakan.

    Angka tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan merek bertanggung jawab tidak lagi cukup mengandalkan kampanye kesadaran saja. Visibilitas, kemudahan pencarian, dan titik temu dengan konsumen menjadi faktor penentu agar niat beli berubah menjadi transaksi nyata.

    Konsumen mencari dampak, bukan sekadar diskon

    Profil konsumen hijau saat ini berbeda dari pembeli konvensional. Mereka cenderung membeli cerita, transparansi proses, dan dampak sosial-ekologis di balik merek. Interaksi langsung, misalnya melalui pasar tematik atau pengalaman offline, dinilai memperkuat kepercayaan.

    Bagi warga kota besar di Jawa Tengah, termasuk Semarang, pola serupa semakin terasa di keputusan belanja harian. Ketika nilai merek selaras dengan prinsip pembeli, loyalitas lebih mudah terbentuk dibanding sekadar mengejar potongan harga.

    Visibilitas sebagai peluang terbesar merek

    Pelaku industri menilai kunci skala responsible brand terletak pada seberapa mudah merek ditemukan dan terhubung dengan audiens. Tanpa kehadiran yang konsisten di kanal digital maupun ruang fisik, produk ramah lingkungan berisiko tetap berada di luar radar pembeli potensial.

    Strategi yang menggabungkan edukasi, pajangan produk yang jelas, serta narasi dampak terukur dinilai lebih efektif menembus segmen konsumen yang sudah peduli tetapi belum dilayani dengan baik. Di sinilah peluang ekspansi merek berkelanjutan masih terbuka lebar.

    Inisiatif pasar berkelanjutan mempertemukan merek dan pembeli

    Menjawab tantangan tersebut, Blibli Tiket Action kembali menghadirkan program Langkah Membumi untuk kelima kalinya. Tahun ini konsepnya mengusung Langkah Membumi Market (LMM) 2026, yang dirancang mendekatkan merek bertanggung jawab dengan konsumen melalui interaksi yang lebih langsung.

    Pendekatan berbasis pasar dan pengalaman diharapkan membantu menjembatani kesenjangan temuan riset: produk ada, minat ada, tetapi jalur pertemuan masih terbatas. Model serupa juga bisa menjadi acuan ritel daerah agar pilihan hijau lebih mudah diakses masyarakat luas.

    Ke depan, kolaborasi antara merek, platform digital, dan komunitas lokal akan semakin menentukan apakah produk berkelanjutan hanya menjadi wacana atau benar-benar masuk keranjang belanja rutin keluarga Indonesia, termasuk di Semarang dan sekitarnya.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: produk berkelanjutan, brand ramah lingkungan, konsumen hijau, visibilitas merek, Langkah Membumi, ekonomi berkelanjutan, ritel Indonesia

  • Deteksi Dini Pinjaman Online Jadi Kunci Lindungi Lender dan Nasabah

    Deteksi Dini Pinjaman Online Jadi Kunci Lindungi Lender dan Nasabah

    Persoalan di sejumlah platform pinjaman online atau pindar kembali menyoroti pentingnya pengawasan yang berpihak pada kepentingan konsumen dan lender. Kasus yang menimpa penyelenggara seperti Akseleran dan Julo menjadi ujian bagi regulator, pelaku industri, hingga masyarakat pengguna, termasuk di kota-kota besar Jawa Tengah seperti Semarang yang turut mengandalkan layanan digital untuk kebutuhan modal dan konsumsi.

    Penanganan platform bermasalah dinilai tidak memadai jika hanya berhenti pada pemberian sanksi setelah dampak sudah meluas. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menangkap sinyal gangguan keuangan dan tata kelola lebih awal, sehingga kewajiban kepada pemberi dana (lender) tetap bisa diselesaikan dan risiko bagi peminjam tidak membesar.

    Ujian bagi seluruh pemangku kepentingan pindar

    Masalah pada Akseleran menarik perhatian karena tidak semata-mata soal kelangsungan bisnis perusahaan. Ada kepentingan lender yang harus dipenuhi. Keberhasilan penanganan, menurut penilaian pengamat, diukur dari seberapa jauh kewajiban kepada lender diselesaikan dan seberapa efektif langkah pencegahan agar persoalan tidak menjalar ke platform lain.

    Algooth Putranto, Direktur Evident Institut—lembaga riset kebijakan independen—menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengawasan bukan sekadar saat sanksi dijatuhkan. Yang lebih krusial adalah kecepatan deteksi masalah serta perlindungan konkret terhadap lender. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

    Sistem peringatan dini perlu dievaluasi

    Menurut Algooth, episode Akseleran seharusnya menjadi momentum memperkuat sistem peringatan dini. Indikator keuangan yang memburuk, kelemahan tata kelola, atau pola keluhan yang meningkat harus bisa dibaca sebelum lender merasakan dampak langsung. Jika sinyal baru muncul setelah dana macet atau layanan terganggu, berarti mekanisme deteksi masih terlambat.

    Pendekatan preventif ini relevan bagi ekosistem pinjaman daring secara nasional. Konsumen di daerah, termasuk pekerja dan pelaku usaha kecil di Semarang serta sekitarnya, sering memanfaatkan pindar karena prosesnya cepat. Tanpa pengawasan yang tanggap, risiko gagal bayar platform atau sengketa penyelesaian utang bisa menimpa pihak yang paling rentan.

    Sanksi saja tidak cukup melindungi konsumen

    Sanksi administratif atau pembatasan operasional memang menjadi instrumen penting. Namun tanpa jaminan penyelesaian kewajiban dan komunikasi yang jelas kepada lender maupun peminjam, kepercayaan publik terhadap industri fintech lending mudah terkikis. Pengawasan yang sehat menuntut kolaborasi antara otoritas, asosiasi industri, dan lembaga riset independen agar data risiko dibaca secara berkala.

    Perlindungan konsumen juga mencakup transparansi biaya, kejelasan kontrak, serta saluran pengaduan yang responsif. Di sisi lender, kepastian pengembalian pokok dan bunga sesuai kesepakatan menjadi tolok ukur kredibilitas platform. Kegagalan pada satu penyelenggara besar bisa memicu kehati-hatian berlebih yang justru menekan akses pembiayaan digital yang sah.

    Implikasi bagi pengguna layanan di Jawa Tengah

    Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, isu ini mengingatkan agar memilih platform berizin, membaca ketentuan pinjaman dengan cermat, dan tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan layanan. Edukasi keuangan digital di tingkat daerah ikut berperan menekan kerugian akibat platform bermasalah. Pemerintah daerah dan komunitas konsumen dapat mendorong literasi, sementara pengawasan substansif tetap berada pada otoritas pusat.

    • Periksa legalitas dan reputasi platform sebelum bertransaksi.
    • Pantau kewajiban pelunasan dan bukti transfer secara tertib.
    • Laporkan indikasi pelanggaran lewat kanal resmi yang tersedia.

    Pada akhirnya, industri pinjaman daring hanya akan berkelanjutan jika deteksi dini berjalan, sanksi diikuti penyelesaian yang adil, dan kepentingan lender serta konsumen benar-benar dijaga. Kasus yang sedang menjadi perhatian publik hendaknya menjadi titik balik perbaikan tata kelola, bukan sekadar episode yang dilupakan setelah berita mereda.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: pinjaman online, pindar, perlindungan konsumen, fintech lending, Akseleran, pengawasan industri, lender, Semarang