Umat Islam di Semarang dan wilayah Jawa Tengah lainnya dapat merencanakan amalan sunah lebih rapi setelah kalender Hijriyah September 2026 dirilis. Fokus utama publik saat ini adalah kapan Rabiul Akhir 2026 atau tepatnya 1448 H dimulai, karena pergantian bulan ini beririsan langsung dengan akhir Rabiul Awal. Data tersebut merujuk dokumen Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
Kalender Hijriyah tetap menjadi acuan utama penentuan waktu ibadah, mulai dari puasa sunah hingga momentum peringatan sejarah Islam. September 2026 tidak hanya memuat sisa Rabiul Awal, tetapi juga membuka bulan keempat dalam sistem komariah, yakni Rabiul Akhir.
Kapan 1 Rabiul Akhir 1448 H menurut Kemenag
Berdasarkan rilis kalender resmi, tanggal 1 Rabiulakhir 1448 H bertepatan dengan Ahad, 13 September 2026. Memasuki akhir bulan Masehi yang sama, 30 September 2026 jatuh pada 18 Rabiulakhir 1448 H. Dengan demikian, sebagian besar paruh kedua September sudah berada di bulan Rabiul Akhir.
Saat artikel ini disusun mengacu data tersebut, umat Islam masih berada di Rabiul Awal sebelum pergantian pada 13 September. Informasi ini penting agar masyarakat tidak keliru menandai awal bulan keempat Hijriyah.
Makna Rabiul Akhir dalam sejarah Islam
Rabiul Akhir menempati urutan keempat dalam kalender Hijriyah. Bulan ini dikaitkan dengan sejumlah peristiwa bersejarah dalam perjalanan umat Islam. Salah satu yang kerap disebut adalah turunnya Surah Al-Hasyr, yang secara makna berhubungan dengan tema pengusiran.
Meski bukan bulan dengan kewajiban puasa besar seperti Ramadan, Rabiul Akhir tetap menjadi ruang bagi amalan sunah. Banyak keluarga Muslim di kota-kota besar, termasuk Semarang, memanfaatkan momen ini untuk menjaga rutinitas zikir, sedekah, dan puasa sunah secara konsisten.
Jadwal puasa Ayyamul Bidh di Rabiul Akhir
Puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Untuk Rabiulakhir 1448 H, ketiga hari itu bertepatan dengan Jumat hingga Ahad, 25–27 September 2026. Jadwal ini memudahkan jamaah masjid dan majelis taklim menyusun agenda bersama.
Bagi warga yang bekerja di kawasan industri atau perkantoran Semarang, menandai tiga hari tersebut sejak awal membantu pengaturan energi dan waktu. Puasa sunah ini bersifat dianjurkan, sehingga pelaksanaannya menyesuaikan kondisi kesehatan masing-masing.
Daftar lengkap Hijriyah sepanjang September 2026
Agar pembaca mudah mencocokkan agenda harian, berikut ringkasan penanggalan yang dirilis untuk September 2026. Awal bulan Masehi masih di Rabiul Awal, lalu bergeser ke Rabiul Akhir pada pertengahan bulan.
- 1–12 September 2026: 19 hingga 30 Rabiul Awal 1448 H
- 13 September 2026: 1 Rabiul Akhir 1448 H (Ahad)
- 14–24 September 2026: 2 hingga 12 Rabiul Akhir 1448 H
- 25–27 September 2026: 13–15 Rabiul Akhir 1448 H (Ayyamul Bidh)
- 28–30 September 2026: 16 hingga 18 Rabiul Akhir 1448 H
Rincian harian menunjukkan pola yang runut: Selasa 1 September sama dengan 19 Rabiul Awal, berlanjut hingga Sabtu 12 September sebagai 30 Rabiul Awal, kemudian Ahad 13 September membuka 1 Rabiul Akhir. Akhir bulan Masehi, Rabu 30 September, tercatat sebagai 18 Rabiul Akhir 1448 H.
Dengan peta tanggal tersebut, pengurus masjid, guru ngaji, dan keluarga dapat menyelaraskan kegiatan keagamaan tanpa bergantung pada pengingat mendadak. Kalender ini bersifat administratif keagamaan resmi dan sebaiknya diverifikasi ulang jika ada keputusan hilal yang berbeda di tingkat lokal.
Sebagai penutup, awal Rabiul Akhir 1448 H pada 13 September 2026 memberi kepastian waktu bagi umat Islam yang ingin menjaga amalan sunah di penghujung kuartal ketiga tahun Masehi. Catat tanggal Ayyamul Bidh 25–27 September dan sesuaikan dengan aktivitas harian agar ibadah tetap teratur.
Sumber: Sindo News.

Leave a Reply