Tag: Yayasan Indonesia Setara

  • Workshop YIS di Bogor-Depok Dorong Ibu Rumah Tangga Raup Pesanan Frozen Food

    Workshop YIS di Bogor-Depok Dorong Ibu Rumah Tangga Raup Pesanan Frozen Food

    Gelombang workshop frozen food yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) di wilayah Bogor dan Depok memberi bekal praktik langsung bagi puluhan ibu rumah tangga. Program bertajuk Workshop Perempuan Berdaya itu menekankan keterampilan mengolah makanan beku sekaligus cara memasarkannya, sehingga sebagian peserta langsung memperoleh pre-order dalam jumlah signifikan. Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, model pelatihan singkat berorientasi pesanan ini relevan sebagai rujukan penguatan UMKM perempuan di tingkat lokal.

    Kegiatan di Ciawi, Kabupaten Bogor, berlangsung 13 Agustus 2026 dengan antusiasme tinggi. Materi tidak berhenti pada teori dapur, melainkan diarahkan agar peserta mampu menyusun produk siap jual dan menjaring pembeli sejak dini. Pendekatan serupa diterapkan pada sesi di Depok pada 19 Agustus 2026, di mana praktik produksi dipadukan dengan langkah pemasaran sederhana.

    Pesanan awal setelah pelatihan di Ciawi

    Dari rangkaian di Ciawi, sebanyak 20 peserta tercatat mendapatkan pre-order dengan total 2.090 pcs produk frozen food. Capaian itu menjadi indikator bahwa keterampilan baru dapat langsung diuji di pasar kecil sekitar tempat tinggal peserta. Dua nama mencatat volume tertinggi: Rahmawati dengan 231 pcs dan Vera dengan 186 pcs.

    Dengan acuan harga perkiraan Rp5.000 per pcs, potensi penerimaan Rahmawati dari pesanan tersebut sekitar Rp1.155.000, sedangkan Vera sekitar Rp930.000. Angka ini masih bersifat estimasi berdasarkan volume PO, namun cukup menggambarkan peluang omzet awal bagi pelaku usaha rumahan yang baru merintis.

    Praktik serupa di Depok

    Workshop di Depok menampilkan pola yang sejalan. Peserta didorong mempraktikkan hasil pelatihan melalui produksi terbatas sekaligus menawarkan produk kepada calon pembeli. Fokus pada makanan beku dipilih karena daya simpan relatif lebih panjang dan cocok untuk skala rumah tangga yang ingin mengatur waktu produksi tanpa harus menjual harian dalam jumlah besar.

    YIS menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Keterlibatan tokoh kewirausahaan seperti Sandiaga Uno dalam narasi program sejenis memperkuat citra pelatihan yang berorientasi pada usaha kuliner dari tingkat dasar. Meski lokasi utama berada di Jawa Barat, pola pendampingan singkat plus target pesanan awal dapat ditiru komunitas di kota lain, termasuk Semarang.

    Manfaat keterampilan frozen food bagi UMKM rumahan

    Makanan beku memudahkan ibu rumah tangga mengatur stok, menekan risiko sisa masakan, dan menjangkau pembeli yang menginginkan masakan praktis. Pelatihan yang menggabungkan resep, pengemasan, dan pencatatan pesanan membantu peserta memahami alur dari dapur ke konsumen. Hal itu terlihat dari munculnya PO ratusan pcs hanya dalam waktu singkat setelah sesi Ciawi.

    • Total pre-order Ciawi: 2.090 pcs dari 20 peserta
    • Pesanan terbanyak: Rahmawati 231 pcs dan Vera 186 pcs
    • Estimasi harga acuan: Rp5.000 per pcs
    • Lokasi pelatihan: Ciawi (13 Agustus 2026) dan Depok (19 Agustus 2026)

    Data tersebut bersumber dari ringkasan hasil workshop yang dipublikasikan media nasional. Portal daerah perlu membaca angka itu sebagai potret peluang, bukan jaminan hasil seragam di setiap kota, karena daya beli dan jejaring pemasaran berbeda antarwilayah.

    Pelajaran untuk penguatan ekonomi perempuan di Jateng

    Bagi ekosistem UMKM Semarang dan sekitarnya, skema workshop berdurasi padat dengan output pesanan nyata layak dijadikan inspirasi. Kunci yang terlihat dari Bogor-Depok adalah kombinasi keterampilan produk, harga satuan terjangkau, dan dorongan langsung untuk menawarkan hasil olahan. Pemerintah daerah, koperasi wanita, maupun komunitas PKK dapat menyesuaikan kurikulum serupa dengan bahan baku lokal Jawa Tengah tanpa meniru mentah-mentah konteks Jawa Barat.

    Ke depan, keberhasilan peserta akan ditentukan oleh konsistensi produksi, kebersihan olahan, dan kemampuan menjaga kualitas saat produk disimpan beku. Pelatihan awal hanya pembuka; yang menahan usaha tetap jalan adalah disiplin mencatat modal, menjaga rasa, serta merawat hubungan dengan pembeli yang sudah memesan.

    Secara keseluruhan, Workshop Perempuan Berdaya YIS menunjukkan bahwa puluhan ibu peserta mampu mengubah materi frozen food menjadi transaksi awal berukuran ratusan hingga ribuan pcs. Capaian Rahmawati dan Vera menjadi contoh konkret, sementara sesi Depok menegaskan bahwa praktik pascapelatihan sama pentingnya dengan hari pelatihan itu sendiri. Model ini memberi referensi berguna bagi penggerak ekonomi perempuan di berbagai daerah, termasuk pembaca Harian Jateng di Semarang.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: frozen food, workshop perempuan berdaya, Yayasan Indonesia Setara, kewirausahaan ibu, UMKM kuliner, Bogor Depok, Sandiaga Uno, pre-order makanan