Tag: Saifullah Yusuf

  • Pasca Muktamar ke-35, Formatur PBNU Diberi Batas Satu Bulan Susun Pengurus

    Pasca Muktamar ke-35, Formatur PBNU Diberi Batas Satu Bulan Susun Pengurus

    Kepengurusan formatur PBNU baru menjadi sorotan setelah rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dinyatakan selesai. Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan penetapan struktur organisasi pusat itu kini berada di tangan tim formatur, bukan lagi di meja panitia pelaksana. Bagi warga nahdliyin di Jawa Tengah, termasuk Semarang, penantian ini menentukan arah koordinasi cabang dan kegiatan keumatan di daerah.

    Konferensi pers digelar di Kantor PBNU, Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026. Dalam kesempatan itu Gus Ipul menyampaikan bahwa seluruh agenda muktamar telah resmi berakhir. Ia menekankan bahwa keputusan final susunan pengurus diserahkan kepada Rais Aam, Ketua Umum terpilih, serta anggota formatur pendamping yang ditetapkan dalam muktamar.

    Batas waktu satu bulan untuk tim formatur

    Menurut Gus Ipul, tim formatur mendapat tenggat paling lama satu bulan sejak muktamar selesai. Jangka waktu itu dimaksudkan agar penyusunan nama dan pembagian tugas berjalan tertib tanpa tergesa-gesa. Ia mengajak publik menunggu proses internal tersebut dengan sabar.

    “Diserahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan Ketua Umum terpilih beserta pendamping formatur yang telah ditetapkan pada Muktamar. Kita tunggu saja, kita serahkan sepenuhnya dan diberi waktu satu bulan setelah selesai Muktamar,” ujarnya di hadapan media.

    Panitia tidak campur tangan susunan nama

    Ketika ditanya soal daftar anggota formatur, keterwakilan perempuan, maupun ruang bagi anak muda di struktur PBNU mendatang, Gus Ipul mengaku belum bisa memastikan. Ia menegaskan bahwa panitia OC, termasuk dirinya, tidak masuk dalam tim formatur sehingga tidak memiliki wewenang menetapkan nama.

    Ia menyebut nama Gus Gudfan dan sejumlah pihak lain yang juga berada di luar lingkaran formatur. Sikap yang diambil, katanya, adalah mengikuti keputusan yang sah sebagai santri dan warga NU. Kepercayaan penuh diberikan kepada mekanisme yang sudah disepakati muktamar.

    Dampak penantian bagi nahdliyin Jawa Tengah

    Di Semarang dan sejumlah kota di Jawa Tengah, pengurus cabang dan ranting biasanya menyesuaikan program setelah struktur pusat final. Kejelasan nama ketua dan jajaran bidang di PBNU memengaruhi sinkronisasi agenda pendidikan, dakwah, hingga layanan sosial di tingkat lokal. Karena itu, batas satu bulan yang disebutkan Gus Ipul menjadi acuan praktis bagi pengurus daerah untuk bersiap.

    Muktamar ke-35 sendiri menjadi momentum regenerasi dan penguatan kelembagaan. Setelah forum tertinggi ditutup, fokus bergeser dari sidang-sidang pleno ke kerja teknis formatur. Transparansi proses dan ketepatan waktu dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di basis massa.

    Menunggu keputusan Rais Aam dan Ketua Umum

    Gus Ipul berulang kali menggarisbawahi bahwa hasil akhir ada di tangan Rais Aam bersama Ketua Umum terpilih dan formatur pendamping. Model ini menjaga hierarki keulamaan sekaligus merefleksikan mandat muktamar. Publik, termasuk media dan warga NU di daerah, diminta menahan diri hingga pengumuman resmi keluar.

    Dengan berakhirnya seluruh rangkaian muktamar, babak baru organisasi terbesar itu memasuki fase konsolidasi internal. Satu bulan ke depan akan menentukan wajah kepengurusan PBNU periode mendatang, yang kemudian akan diikuti penyesuaian di tingkat wilayah dan cabang, termasuk di Jawa Tengah.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: muktamar NU, formatur PBNU, Gus Ipul, Nahdlatul Ulama, kepengurusan PBNU, Jawa Tengah, Saifullah Yusuf