Perang dagang AS Kanada kembali memanas setelah Washington menjatuhkan bea tambahan 50 persen atas produk asal negeri maple senilai sekitar USD20 miliar. Langkah itu mempertegas eskalasi yang sudah berlangsung sejak pemerintahan Donald Trump meluaskan program tarif global, dan belum memperlihatkan tanda mereda.
Bagi pembaca di Jawa Tengah, gejolak dua mitra dagang besar Amerika Utara ini penting dipantau karena mempengaruhi harga komoditas, rantai pasok manufaktur, serta sentimen pasar global yang kerap berimbas ke pelabuhan dan industri di sekitar Semarang. Ketegangan bukan lagi isu bilateral semata, melainkan sinyal risiko bagi eksportir negara berkembang.
Awal ketegangan dan perluasan sasaran tarif
Sejak Presiden Trump kembali ke Gedung Putih lebih dari 18 bulan lalu, Kanada termasuk negara yang paling awal terkena tarif. Washington membidik baja, aluminium, kayu, dan mobil dengan bea tinggi, termasuk produk yang dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan kerangka USMCA.
Pekan lalu, bea tambahan 50 persen memperberat tekanan. Nilai barang Kanada yang terkena hantaman terbaru diperkirakan mencapai USD20 miliar, sehingga ruang manuver industri ekspor di utara perbatasan AS semakin sempit.
Balasan Ottawa: strategi dolar demi dolar
Pemerintah Kanada tidak memilih diam. Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan pembalasan setara secara nilai—disebut pendekatan dolar demi dolar—yang menargetkan barang manufaktur unggulan dan produk konsumen asal Amerika Serikat.
Langkah itu dimaksudkan menekan sektor yang dianggap sensitif di pasar AS sambil memberi sinyal bahwa Ottawa siap bertahan dalam duel tarif berkepanjangan. Kedua belah pihak kini saling menahan laju perdagangan yang selama ini relatif terintegrasi.
Ontario dan Quebec menanggung beban terberat
Provinsi Ontario, pusat manufaktur Kanada, tercatat paling terpukul. Pabrik perakitan dan pemasok suku cadang otomotif mengumumkan pemangkasan produksi. Data yang beredar menyebut lebih dari 55.000 lapangan kerja manufaktur di Kanada hilang sejak awal 2025 hingga memasuki 2026.
Quebec juga masuk zona rawan. Royal Bank of Canada memperkirakan Ontario dan Quebec menjadi wilayah paling terdampak tarif sektoral AS, terutama karena padatnya rantai baja, aluminium, dan otomotif.
- Baja dan aluminium: bea tinggi mengganggu daya saing ekspor
- Kayu dan otomotif: volume pengiriman ke AS tertekan
- PHK manufaktur: konsentrasi di koridor industri Ontario
Implikasi global dan radar ekonomi Semarang
Duel tarif dua tetangga ini menambah ketidakpastian harga logam, suku cadang, dan biaya logistik internasional. Importir dan eksportir di Jawa Tengah yang bergantung pada komponen atau pasar terkait Amerika Utara perlu meninjau ulang kontrak, lindung nilai, dan diversifikasi tujuan kirim.
Meski dampak langsung ke tiap pabrik di Semarang belum tentu sama, volatilitas kurs serta harga input global sering merembet ke biaya produksi lokal. Pemantauan berkala atas kebijakan bea AS-Kanada membantu pelaku usaha menyesuaikan strategi stok dan harga jual.
Selama Washington dan Ottawa belum menurunkan tensi, pasar akan terus mencermati apakah balasan tarif meluas ke sektor baru atau berhenti pada paket yang sudah diumumkan. Kepastian hanya akan muncul jika keduanya membuka ruang perundingan yang substansial.
Sumber: Sindo News.

