Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang mempererat kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang serta PT Trax Sumbiri Indo. Langkah ini diarahkan agar tenaga kerja di Kabupaten Batang dan wilayah sekitarnya memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pabrik-pabrik di kawasan industri tersebut.
Bagi pembaca di Semarang dan Jawa Tengah, kehadiran BBPVP Semarang sebagai mitra pelatihan menegaskan peran kota ini sebagai pusat pengembangan SDM vokasi regional. Program yang digelar tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka jalur penempatan kerja yang terukur.
Perjanjian Kerja Sama Tiga Pihak
Sinergi formal ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penempatan tenaga kerja. Dokumen tersebut ditandatangani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang Angga Arie Saputra, Kepala BBPVP Semarang Fikri Kurniakiki, serta HR Manager PT Trax Sumbiri Indo M Hari Nasrullah.
Angga Arie Saputra menyampaikan bahwa perkembangan kawasan industri menuntut persiapan masa depan pekerja yang matang. Ia berharap kompetensi peserta terus dikembangkan agar bermanfaat di tempat kerja dan memberi kontribusi nyata bagi industri di Batang.
Pelatihan Vokasi Berbasis Kebutuhan Pabrik
Implementasi kerja sama diwujudkan lewat Tailor Made Training selama sepuluh hari, berlangsung 10–21 Agustus 2026. Sebanyak 50 peserta mengikuti program secara gratis. Materi disusun mengikuti kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, bukan sekadar kurikulum generik.
Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi, rekrutmen, class hiring, walk-in interview, hingga pemagangan atau On the Job Training. Pendekatan ini memangkas jarak antara ruang kelas dan lantai produksi di kawasan KEK.
Mayoritas Peserta Langsung Terserap Kerja
Setelah pelatihan dan seleksi tenaga kerja selesai, sekitar 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja. Angka itu menjadi indikator bahwa desain program selaras dengan lowongan yang dibuka mitra industri di Batang.
Peserta juga memperoleh sertifikasi kompetensi melalui lembaga yang terafiliasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi serta sertifikat dari BBPVP Semarang. Kedua dokumen itu menjadi bukti resmi kemampuan yang diakui pasar tenaga kerja.
Manfaat bagi Semarang dan Jawa Tengah
Keterlibatan BBPVP Semarang menempatkan institusi pelatihan di ibu kota Jawa Tengah sebagai jembatan antara pencari kerja di pesisir utara dengan investor di KEK Industropolis Batang. Model kolaborasi serupa berpotensi direplikasi untuk kawasan industri lain di Jateng, sepanjang kebutuhan DUDI dipetakan sejak awal.
Bagi masyarakat Batang dan sekitarnya, akses pelatihan gratis dilanjutkan peluang penempatan mengurangi risiko mismatch keterampilan. Pemerintah daerah dan pengelola kawasan dapat menjadikan capaian 80 persen penyerapan sebagai acuan evaluasi program SDM berikutnya.
Ke depan, penguatan rantai pelatihan–sertifikasi–penempatan tetap krusial agar ekspansi industri di Batang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja lokal. Monitoring alumni pelatihan dan penyesuaian kurikulum berkala akan menjaga relevansi kompetensi di tengah perubahan teknologi pabrik.
Sumber: Sindo News.


