Tag: hortikultura

  • SIMODIS Berbasis PLINAZOLIN Dibawa Syngenta untuk Lawan Thrips di Kebun Cabai

    SIMODIS Berbasis PLINAZOLIN Dibawa Syngenta untuk Lawan Thrips di Kebun Cabai

    Kabar dari sektor hortikultura nasional kembali menyorot perlindungan tanaman. Syngenta Indonesia memperkenalkan insektisida SIMODIS yang mengandalkan teknologi PLINAZOLIN agar petani cabai punya opsi lebih terarah dalam menekan serangan thrips. Informasi ini relevan juga bagi pelaku usaha tani di Jawa Tengah, termasuk kawasan sekitar Semarang, yang kerap menghadapi tekanan hama pada musim tanam cabai.

    Peluncuran perdana untuk komoditas cabai di Indonesia digelar dengan melibatkan 285 petani dari Jember dan Banyuwangi. Momentum tersebut menandai langkah perusahaan membawa solusi perlindungan yang difokuskan pada hama pengisap yang sering merusak titik tumbuh tanaman.

    Tantangan petani cabai di luar dan di dalam kebun

    National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menyampaikan bahwa petani hortikultura, termasuk pemelihara cabai, berhadapan dengan tiga persoalan utama. Kekeringan dan fluktuasi harga komoditas sulit dikendalikan sepenuhnya di tingkat kebun. Sebaliknya, tekanan hama serta penyakit masih bisa direspons lewat pemilihan produk perlindungan tanaman yang sesuai.

    Menurutnya, thrips menjadi ancaman nyata karena dapat mengganggu pucuk, daun, bunga, hingga buah. Ketika serangan tidak terkelola, pertumbuhan tanaman terganggu dan risiko buah cacat meningkat. Kondisi itu berimbas pada mutu panen dan daya tawar di pasar.

    Peran SIMODIS menjaga mutu dan nilai jual

    Insektisida SIMODIS dirancang membantu petani menekan populasi thrips agar tanaman tetap lebih sehat. Pengendalian yang lebih optimal diharapkan mengurangi kemungkinan buah bengkok, mempertahankan kualitas hasil panen, serta membuka peluang nilai jual yang lebih baik.

    Bagi pembaca Harian Jateng, poin ini penting karena rantai pasok cabai antarprovinsi saling terhubung. Ketika sentra produksi di Jawa Timur menjaga mutu, stabilitas pasokan ke pasar Jawa Tengah pun berpeluang lebih terjaga tanpa mengabaikan praktik budidaya di tingkat lokal.

    Mengapa Jember jadi titik perkenalan produk

    Jember dipilih sebagai lokasi pengenalan karena posisinya sebagai salah satu sentra cabai di Jawa Timur. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi cabai Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024. Angka tersebut menegaskan perlunya dukungan teknologi perlindungan agar produktivitas dan mutu komoditas tidak mudah tergerus hama.

    Kehadiran 285 petani dari Jember dan Banyuwangi pada kegiatan tersebut menjadi ruang sosialisasi langsung. Mereka mendapat gambaran penerapan produk pada tanaman cabai, sejalan dengan kebutuhan lapangan di wilayah sentra.

    Pemakaian bertanggung jawab dan rotasi cara kerja

    Product Manager Syngenta Indonesia, Tracy Tey Hui Xiang, menekankan agar penggunaan SIMODIS mengikuti rekomendasi teknis dan petunjuk pada label. Petani juga diimbau menerapkan rotasi mode of action atau cara kerja bahan aktif. Langkah itu bertujuan memperlambat munculnya resistensi sehingga pengendalian thrips tetap efektif dalam jangka panjang.

    Praktik bertanggung jawab ini sejalan dengan kebutuhan petani di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, yang ingin menjaga efikasi produk tanpa mempercepat resistensi hama di lahan.

    • Ikuti dosis dan interval sesuai label resmi.
    • Rotasikan cara kerja bahan aktif secara terencana.
    • Pantau gejala thrips sejak fase pucuk dan bunga.
    • Padukan dengan sanitasi kebun dan pemantauan rutin.

    Dengan pendekatan tersebut, insektisida SIMODIS diposisikan sebagai bagian dari strategi perlindungan, bukan pengganti seluruh praktik budidaya. Petani tetap perlu memadukan pengamatan lapangan, pengelolaan air, dan keputusan panen yang tepat.

    Secara keseluruhan, pengenalan teknologi PLINAZOLIN lewat SIMODIS memberi sinyal bahwa industri perlindungan tanaman terus menyasar hama spesifik cabai. Bagi pelaku hortikultura di cekungan Semarang dan kabupaten sekitarnya, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan saat merencanakan pengendalian thrips pada musim tanam berikutnya, tetap merujuk label dan anjuran resmi di lapangan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: insektisida SIMODIS, teknologi PLINAZOLIN, hama thrips, petani cabai, Syngenta Indonesia, produksi cabai Jember, hortikultura, perlindungan tanaman